![]() |
| Foto: Ilustrasi Bakteri/Net |
Pohon Rindang- Sumber penyakit dapat datang darimana saja, bahkan dari makanan yang
Anda makan. Tanpa Anda ketahui, di dalam makanan tertentu terdapat
bakteri yang dapat menginfeksi, menyebabkan penyakit dan bahkan risiko
kematian.
Berikut 7 bakteri dalam makanan yang dapat menyebabkan penyakit, seperti dilansir myhealthnewsdaily, Kamis (5/7/2012) antara lain:
1. Bakteri E. coli
Bakteri
Escherichia coli hidup dalam usus manusia dan hewan mamalia seperti
sapi, domba dan kambing. Bakteri ini sering ditemukan dalam daging yang
dimasak setengah matang, susu mentah, dan air yang terkontaminasi.
Gejala
infeksi yang disebabkan oleh bakteri E. coli adalah diare berat, sakit
perut dan muntah yang dapat berlangsung hingga 5 sampai 10 hari.
Meskipun sebagian besar infeksi yang disebabkan oleh bakteri E. coli
relatif tidak berbahaya, tetapi jenis tertentu seperti E. coli O157: H7
dapat menyebabkan diare berdarah, gagal ginjal dan bahkan kematian.
Untuk
mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri E. coli, masaklah daging
hingga benar-benar matang, cuci buah dan sayuran sebelum makan atau
memasaknya, dan hindari mengonsumsi susu yang mentah dan tidak
dipastuerisasi.
2. Campylobacter
Campylobacter
adalah bakteri berbentuk spiral dan tumbuh pada ayam dan sapi yang
menginfeksi tanpa disertai tanda-tanda penyakit. Kebanyakan orang yang
terinfeksi bakteri ini umumnya akan mengalami diare, kram, nyeri perut,
dan demam dalam waktu 2-5 hari setelah terpapar bakteri.
Diare yang terjadi mungkin akan berdarah dan dapat disertai mual dan muntah, biasanya berlangsung sekitar satu minggu.
Menurut
WHO, kasus infeksi Campylobacter atau campylobacteriosis umumnya
ringan, tetapi bakteri bisa berakibat fatal pada anak-anak yang sangat
muda, orang tua dan orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh.
Cara
untuk mencegah infeksi Campylobacter adalah dengan memasak daging
hingga benar-benar matang, mencuci tangan dan membersihkan semua
peralatan dapur setelah menangani daging, dan hanya minum susu yang
telah dipasteurisasi.
3. Listeria
Listeria
monocytogenes adalah bakteri yang ditemukan di dalam tanah dan air,
selain itu juga terdapat dalam makanan mentah maupun makanan olahan dan
susu yang tidak dipasteurisasi. Tidak seperti bakteri lainnya, Listeria
dapat tumbuh dan berkembang biak bahkan dalam suhu dingin kulkas
sekalipun.
Gejala infeksi Listeria termasuk demam, menggigil,
sakit kepala, sakit perut dan muntah. Tetapi bagi sebagian orang,
penyakit ini dapat menjadi lebih serius dan bahkan berakibat fatal,
yaitu pada wanita hamil, orang dewasa di atas usia 50, dan orang dengan
sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Untuk mencegah infeksi
Listeria, cucilah sayur dan buah-buahan seperti melon dan mentimun
sampai bersih sebelum dikonsumsi. Jika cairan daging tumpah di dalam
kulkas, segeralah bersihkan tumpahan tersebut untuk mencegah
perkembangbiakan dan penyebaran bakteri Listeria.
4. Vibrio
Bakteri
Vibrio parahaemolyticus hidup di air asin dan sering ditemukan dalam
makanan laut yang mentah. Orang yang makan kerang mentah atau setengah
matang dapat terinfeksi bakteri jenis ini.
Bakteri Vibrio
parahaemolyticus akan menunjukkan gejala infeksi setelah 24 jam. Gejala
yang muncul seperti diare berair dengan kram perut, mual, demam, muntah,
dan badan menggigil. Gejala dapat bertahan hingga tiga hari.
Infeksi
yang lebih parah jarang terjadi dan infeksi ini lebih sering terjadi
pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Infeksi dapat dicegah
dengan memasak makanan laut hingga benar-benar matang.
5. Toxoplasma
Kebanyakan
orang yang mengalami infeksi toksoplasmosis karena melakukan kontak
dengan kotoran kucing yang membawa parasit, makan daging mentah yang
telah terkontaminasi atau tidak dimasak dengan matang, atau minum air
yang mengandung parasit.
Orang yang mengembangkan toksoplasmosis,
mengalami gejala mirip flu seperti nyeri tubuh, sakit kepala, dan
demam. Tapi gejala yang disebabkan oleh bakteri toxoplasma sangat
sedikit karena sistem kekebalan tubuh biasanya menjaga tubuh Anda dari
infeksi parasit ini.
Parasit ini juga dapat menyebabkan masalah
serius seperti kerusakan pada otak, mata dan organ lainnya pada wanita
hamil dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah.
Untuk
mencegah infeksi akibat toxoplasma, masaklah makanan pada suhu aman,
mencuci tangan saat memegang makanan, minum air yang steril, dan jika
hamil, jauhi kotoran kucing.
6. Salmonella
Salmonella
adalah sekelompok bakteri yang biasa ditemukan dalam unggas, telur,
daging sapi, dan kadang-kadang pada buah dan sayuran yang tidak dicuci.
Infeksi salmonellosis dapat menyebabkan gejala seperti demam, diare,
kram perut dan sakit kepala, yang dapat berlangsung hingga 4 sampai 7
hari.
Kebanyakan oranga kan sembuh dari infeksi tanpa pengobatan,
tetapi infeksi karena bakteri Salmonella akan berakibat serius jika
terjadi pada orang tua, bayi dan orang dengan sistem imun yang lemah.
Anak
di bawah usia 5 tahun paling mungkin terjangkit infeksi salmonellosis.
Jika tidak segera ditangani, Salmonella dapat ditularkan melalui darah
ke organ lain dan berisiko terhadap kematian.
Untuk mencegah
infeksi, hindari makan telur, unggas, atau daging yang mentah atau
setengah matang. Daging mentah harus disimpan terpisah dari bahan
makanan lain agar tidak terjadi kontaminasi silang. Cuci tangan dan
peralatan dapur dengan bersih setelah menyentuh makanan mentah.
7. Norovirus
Norovirus
adalah jenis virus yang menyebabkan gastroenteritis, suatu penyakit
yang menyebabkan peradangan pada lambung dan usus. Virus ini biasanya
ditemukan dalam makanan atau minuman yang terkontaminasi tetapi juga
dapat menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.
Radang
lambung dapat sangat menular. Gejala-gejalanya termasuk mual, kejang
perut, muntah, diare, sakit kepala, demam dan kelelahan, yang dapat
berlangsung selama beberapa hari.
Kebanyakan orang bisa sembuh
dari penyakit ini dengan sendirinya, tetapi bagi orang yang tidak minum
cukup cairan untuk menggantikan apa yang telah hilang karena muntah dan
diare, mungkin diperlukan perawatan rumah sakit.
Untuk mencegah
terinfeksi oleh norovirus, cuci tangan Anda dengan sabun dan air dan
selalu menjaga kebersihan makanan yang Anda makan.
(health.detik.com/Sukardi)

0 Komentar