sukarditb.com

20/SASTRA/ticker-posts

Bahaya Ngejek Online


Secara tak sadar dan perlahan kita itu sedang direkayasa oleh segelintir orang agar menjadi bangsa PENGEJEK ONLINE. Secara tak sadar, kita merasa bahwa ngejek ustadz ini, ustadz itu, presiden ini presiden itu, menteri ini, menteri itu, politisi ini dan politisi itu, adalah sebuah cara untuk membangun eksistensi kita.

Kita yakin dengan ikutan mengejek orang lain dibelakang orang itu melalui status di sosmed, akan membuat kita semakin eksis, semakin hebat, semakin bertenaga, semakin powerful.
Padahal kenyataannya orang-orang hebat yang gak nyata kayak superman dan batman aja, ga suka ngejek, hahaa. Apalagi manusia-manusia hebat kayak para Nabi, para Rasul, para pahlawan, founding fathers, ilmuwan, tokoh-tokoh pergerakan, dsb.
Mana pernah orang-orang itu ngejek musuhnya, apalagi temennya. Kalau mereka mau ngiritik, mereka lakukan face to face. Berdebat, sikat-sikatan. Atau mengkritisi lewat tulisan yang ditujukan langsung secara terbuka.
Tapi ngejek yang mentradisi di sosmed belakangan ini, terjadi di belakang orang yang di ejek. Ngejek dengan cara seperti itu berarti itu ngejek dengan cara main belakang.
Karena ngejeknya di belakang, maka mungkin tradisi "kebanggan bangsa sosmed" ini termasuk salah satu anggota keluarga GHIBAH, ya?
Padahal ghibah itu sebuah aktivitas yang amat dikecam oleh Rasulullah. Saking dikecammnya, mereka yang suka ngomongin orang di belakang, dianalogikan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Orang yang makan bangkai itu pastilah orang yang tak waras, tul ga?
Mana ada orang waras yang suka makan bangkai manusia. Dan orang yang ga waras itu ga bakalan menjadi orang hebat.
Lagian, mana mau Om Felix atau om Bollywood itu baca status ejekan yang kita posting di wall. Emangnya kita ini sapa? Hehee.
So, hentikan tradisi mengejek. Bangun rasa empati dengan siapapun makhluk Tuhan di bumi ini. Mau manusia atau binatang.
Para manusia jahat sedang bertepuk tangan atas keberhasilan mereka menumpulkan rasa kemanusian kita, setelah mereka berhasil menumpulkan akal kita.
Maka, bagi yang sepakat tapi sudah terlanjur turut melakukan NGEJEK ONLINE, ayo hapus status kalian. Jadilah manusia Indonesia yang terhormat dan bermartabat!

Penulis: Beni Sulastiyo

Posting Komentar

0 Komentar